Skip to main content

Menjaga Pusar Bayi Agar Tidak Berdarah

Sekitaran 2 minggu sesudah bayi lahir, tali pusar juga akan jadi kering, beralih warna dari putih kebiruan jadi hitam, lalu terlepas. Pada saat ini, butuh diwaspadai terjadinya pusar bayi berdarah.

Tali pusar yaitu fasilitas yang menghubungkan bayi ke plasenta. Sesudah dipotong, tali pusar ini meninggalkan lubang pusar pada perut bayi. Tali pusar ini juga akan terlepas dengan sendirinya kurun waktu 10–14 hari sesudah bayi lahir. Tetapi, pusar bayi berdarah umum didapati sesudah tali pusar puput. Walau tidak sering berlangsung, namun, dapat berlangsung dimana keadaan pusar bayi berdarah karna infeksi.

Menjaga Pusar Bayi Agar Tidak Berdarah

Supaya Pusar Bayi Tidak Berdarah

Perawatan yang pas bisa buat pusar tetaplah kering serta bersih. Begini langkah yang bisa dikerjakan untuk menghindar pusar bayi berdarah.

  1. Biarlah tali pusar puput dengan sendirinya serta janganlah ditarik. Jagalah supaya ruang sekitaran pusar tetaplah bersih. Bila pusar kotor, bersihkan dengan air bersih, namun bukanlah dengan alkohol. Walaupun alkohol bisa bertindak jadi disinfektan yang bersihkan ruang sekitaran pusar, namun ada pendapat yang mengatakan kalau alkohol malah bisa menghematasi kulit serta bahkan juga tunda pengobatan. Keringkan dengan dikipasi atau usap dengan kain bersih.
  2. Waktu menggunakankan perlengkapan bayi baru lahir yaitu popok, yakinkan sisi depan popok tidak menutupi tali pusar.
  3. Gunakan baju bayi yang longgar untuk tingkatkan aliran udara.
  4. Ganti popok bayi sekerap mungkin saja untuk menghindar air seni atau kotoran bayi tentang tali pusar.
  5. Disarankan untuk tunda memandikan bayi dalam bak mandi sampai tali pusarnya terlepas.

Di bagian beda, pusar bayi berdarah bisa datang dari gesekan popok ke tali pusar.

Pusar bayi berdarah dapat juga berlangsung karna tali pusar sangat cepat ditarik. Darah ini kadang-kadang bisa bercampur dengan cairan lendir. Keadaan ini umumnya cuma mengakibatkan darah menetes dalam jumlah sedikit serta pulih dalam sekejap.

Untuk mengatasi pusar bayi berdarah, bersihkan ruang di sekitaran pusar serta sedikit tekan pusar dengan perlahan-lahan untuk hentikan perdarahan. Diluar itu, yakinkan popok Si Kecil tidak menggosok-gosok tali pusarnya supaya tidak berlangsung perdarahan kembali.

Infeksi pada Pusar Berdarah

Tetapi, selekasnya periksakan ke dokter bila pusar bayi berdarah jadi infeksi. Keadaan ini butuh selekasnya dikerjakan supaya infeksi tidak menebar. Infeksi diikuti dengan tanda tersebut :

  1. Kulit pusar jadi merah serta bengkak.
  2. Ruang pusar merasa lebih hangat di banding kulit perut di sekelilingnya.
  3. Bayi terlihat kesakitan setiap perutnya disentuh.
  4. Keluarnya cairan keruh seperti nanah yang kadang-kadang berbau dari pusar.
  5. Demam.

Perlu untuk diketahui kalau tidaklah perlu cemas, karna putusnya tali pusar tidak buat bayi rasakan sakit. Hal semacam ini berlangsung karna tali pusar tidak mempunyai saraf akhir. Namun butuh siaga, karna infeksi pusar bayi berdarah bisa mengakibatkan omphalitis, yakni infeksi tali pusar yang membahayakan nyawa. Oleh karenanya, bila pusar bayi berdarah tidak selekasnya reda, selekasnya periksakan bayi ke dokter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *