Skip to main content

Kontribusi Ekonomi Digital terhadap PDB Cukup Signifikan

www.bangsatruk.com – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menyebutkan sampai kini peran Product Domestik Bruto (PDB) ekonomi digital cukup penting pada perekonomian. Ekonomi digital pada th. 2016 berperan sebesar 7, 3% pada PDB.

Kontribusi Ekonomi Digital terhadap PDB Cukup Signifikan
Kontribusi Ekonomi Digital terhadap PDB Cukup Signifikan

Hal semacam ini tampak dari perubahan nilai transaksi yang cukup besar dari ecommerce yaitu Rp75 triliun per th.. Sesaat dari nilai pendanaan lewat Fintech menjangkau Rp1, 6 triliun per September 2017 (data OJK). Pada th. 2018 diproyeksi ekonomi digital juga akan berperan sebesar 8, 5% pada PDB.

Yang akan datang ekonomi digital diproyeksikan juga akan merubah lanskap sebagian bidang industri terutama manufaktur serta segmen UMKM. Penetrasi product hasil industri tak akan lewat rantai supply yang panjang, hingga pasar dapat terbuka lebih lebar. Ini berarti peluang untuk UMKM untuk tingkatkan kemampuan produksi sekalian pemasaran.

Dalam soal kebijakan strategis, pemerintah butuh mendorong UMKM untuk masuk ke basis e-commerce karna sekarang ini 95% product yang di jual di e-commerce yaitu barang import. Berbanding terbalik dengan product UMKM yang kurang dari 2%. ” Masih tetap begitu kecil. Masuknya modal asing dari modal ventura seperti Alibaba serta Tencent juga memberi dampak pada banjir barang import ke e-commerce. Ini yang butuh diwaspadai oleh pemerintah terutama Menteri Perdagangan, ” katanya.

Potensi untuk meningkatkan ekonomi digital di Indonesia sekarang ini masih tetap cukup besar. Indonesia menempati tempat ke-5 untuk negara dengan jumlah pemakai internet paling besar didunia yaitu 132 juta orang serta pemakai aktif media sosial lebih dari 70 juta orang. Tetapi kunci untuk tingkatkan daya saing ekonomi digital yaitu perbaikan infrastruktur. Masih tetap ada ketimpangan akses internet pada masyarakat pulau Jawa serta luar jawa. Sesaat di Sumatera penetrasi internet cuma 15%, serta Kalimantan 7% sedang di Jawa 65%.

Gosip ke-2 yaitu masalah regulasi untuk mensupport ekosistem startup digital untuk makin berkembang. Butuh intervensi berbentuk insentif pajak, akses credit serta perizinan usaha yang gampang untuk startup. Ke-3, investasi dalam pengem bangan SDM dalam tehnologi info. Ini berbentuk sekolah vokasi.

Tidak ketinggal harus juga di perhatikan bidang konvensional supaya juga berkembang serta butuh didorong untuk selalu bekerjasama dengan e-commerce. Tidak semuanya barang shifting ke on-line, seperti grocery atau keperluan pokok tetaplah perlu toko fisik. ” Misalnya yaitu kerjasama Amazon serta Wholefood supermarket di AS malah membuat 6. 000 tenaga kerja baru, ” katanya.

Pengamat IT Heru Sutadi memperkirakan trend ekonomi digital di 2018 juga akan menimbulkan sebagian bagian yang semakin berkembang seperti e-commerce, e-money, serta system pembayaran. Perubahan ekonomi digital akan di dukung bermacam tehnologi yang juga akan juga mulai banyak dipakai seperti big data serta tehnologi finansial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *