Skip to main content

Batas barang bawaan penumpang kena bea masuk $500 US

Penumpang yang membawa barang dari luar negeri boleh berlega hati. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merelaksasi batasan (threshold) pengenaan bea masuk bagi impor barang penumpang.

Hal itu ditata dalam revisi Ketentuan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 188/PMK 04/2010 Pasal 8 mengenai Import Barang yang Dibawa oleh Penumpang, Awak Fasilitas Pengangkut, Pelintas Batas, serta Barang Kiriman. `

Relaksasi yang disebut, meliputi tiga hal. Pertama, menambah thresholdimpor barang penumpang yang dipakai bea cukai jadi US$ 500 per orang dari mulanya US$ 250 per orang.

Ke-2, menghapus threshold untuk keluarga sebesar US$ 1000 per keluarga. Ke-3, menyederhanakan tarif bea masuk import barang penumpang jadi tarif tunggal sebesar 10%.

Ke-4, mengambil keputusan batas jumlah barang spesifik yang bebas bea masuk selama dipakai untuk kepentingan pribadi atau bukanlah untuk diperjualbelikan. Sebagian salah satunya, 10 potong baju, dua barang elektronik, dua arloji, serta tiga tas.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, revisi PMK itu sekarang ini tengah diundangkan oleh Kementerian Hukum serta Hak Azasi Manusia (Kemenkumham). Beleid itu juga akan berlaku, “Sejak PMK diundangkan, ” kata Sri Mulyani, Kamis (28/12).

Selanjutnya ia mengatakan, kenaikan threshold itu memperhitungkan jumlah penumpang yang membawa barang makin banyak, kelas menengah yang lakukan perjalanan juga makin banyak, serta pendapatan per kapita Indonesia juga bertambah.

Menurut Sri Mulyani, batasan itu tambah lebih tinggi di banding Kamboja yang sebesar US$ 50, Malaysia US$ 125, serta Thailand US$ 285 per orang. Tetapi, batasan itu masih tetap dibawah Singapura serta China yang semasing sebesar US$ 600 serta US$ 764 per orang.

“Tetapi Singapura income per kapitanya jauh diatas kita, ” kata Sri Mulyani.

Sesaat aplikasi tarif tunggal, dikerjakan dengan mengambil tarif bea masuk import barang penumpang yang diaplikasikan negara-negara beda. Umpamanya, Singapura 7%, Jepang 15%, serta Malaysia 30%.

Walau dibebaskan dari pungutan bea masuk, Sri Mulyani menyatakan kalau import barang penumpang ini tetaplah dipakai tarif yang lain. Yakni, pajak bertambahnya nilai (PPN) serta pajak pendapatan (PPh).

Tidak cuma merelaksasi empat point itu, Sri Mulyani dalam PMK itu juga mempermudah prosedur penumpang yang juga akan membawa beberapa barang ke luar negeri untuk dibawa kembali pada Indonesia hingga waktu tiba di bandara Indonesia memperoleh kepastian serta kelancaran pengeluarannya lewat service one stop service yang melayani sepanjang 24 jam dalam tujuh hari.

Juga mengakomodasi export barang yang membutuhkan perlakuan spesial lewat karakter oleh penumpang. Umpamanya export perhiasan yang nanti dengan administrasi juga akan terdaftar resmi serta dapat dipakai jadi bukti perpajakan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bea serta Cukai Kemenkeu Heru Pambudi menyebutkan, spesial barang yang juga akan dipakai untuk kepentingan pribadi, bila jumlahnya tidak lebih dari batas, namun nilai totalnya lebih dari batas jadi selisihnya juga akan dipakai bea masuk.

“Misalnya 10 baju nilai totalnya US$ 600, berarti keunggulan US$ 100 dipakai bea masuk, ” imbuhnya. Sumber: siamplop.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *